Selasa, 10 Desember 2019

Berpusat Pada Kristus


REMAJA SEMAKIN BERPUSAT PADA KRISTUS
(RP. Nugroho Krisusanto)


Salam damai dalam Kristus,
Gerak Jambore Kaum Remaja se-Kevikepan Bangka Belitung, 30 Mei – 2 Juni 2019, merupakan bentuk komunikasi luar biasa yang dilakukan oleh kaum remaja Katolik.
Dalam kesempatan tersebut, kaum remaja dari 7 (tujuh) paroki berkumpul di ujung Barat Pulau Bangka (Belinyu). Kebersamaan selama tiga malam membuat mereka tidak hanya saling mengenal, tetapi juga berlatih untuk berbela rasa. Kaum remaja diajak untuk saling peduli; hal ini tampak dari betapa beratnya mereka untuk berpisah pada tanggal 2 Juni.

Dia Sang Sumber Kehidupan

Jambore tahun ini mengambil tema “REMAJA SEMAKIN BERPUSAT PADA KRISTUS”.  Berpusat berarti menuju, berpegang, mencontoh. Pokoknya Yesus Kristus menjadi model setiap gerak kaum remaja Katolik Kevikepan Bangka Belitung.
1.      Saat Kaum remaja menuju kepada Kristus, mereka sudah menentukan arah. Mereka bertekad apapun hambatannya, mereka tidak akan berhenti sebelum mencapai Kristus. Untuk mencapai Kristus, mereka telah menggunakan berbagai sarana: Ekaristi, sharing Injil, saling meneguhkan, memanfaatkan gadget untuk semakin mengenal Kristus, dll.

2.      Saat kaum remaja berpegang pada Kristus, mereka sudah memantapkan diri bahwa tidak ada pegangan lain selain Kristus. Mereka bertekad untuk membangun rumah di atas wadas; tidak goyah walaupun diterjang angin taufan maupun hujan badai. Sekalipun demikin, mereka harus waspada terhadap angin sepoi-sepoi.
3.      Saat Kaum remaja mencontoh Kristus, mereka bertekad memahami siapa Yesus itu. Yesus Kristus adalah pribadi yang penuh belas kasih, penyabar, toleran. Dengan pengenalan ini, kaum remaja Katolik Kevikepan Bangka Belitung bertekad untuk tidak hanya melihat kepentingan dirinya, tetapi juga berusaha melihat kepentingan bersama.

Itulah kira-kira yang dialami kaum remaja Kevikepan Bangka Belitung selama mengikuti Jambore. Bagi kaum remaja: Selamat melanjutkan spirit jambore.
Terimakasih banyak kepada banyak pihak yang telah mendukung terselenggaranya Jambore ini; Paroki Belinyu sebagai tuang rumah, Komisi Karya Misioner sebagai penyelenggara, para Pastor Paroki se-Kevikepan Bangka Belitung yang telah berpartisipasi, Para penampil dari lintas Agama di Belinyu yang telah ikut memeriahkan pembukaan Jambore, dan Bimas Katolik Kemenag Propinsi Bangka Belitung yang telah memberikan dukungan secara intens.
Semoga semua yang telah terlaksana dengan baik, akan berlanjut dengan baik pula. Tuhan memeberkati.


Remaja Istimewa


JAMBORE 2.....REMAJA  ISTIMEWA.....
(RD. Indra Jati Santoso)

“Jambore II Remaja Istimewa”.....ungkapan ini memang layak disematkan untuk menamai suasana kegiatan Jambore II Remaja se-Kevikepan Bangka Belitung, yang tahun 2019 ini mulai disebut sebagai JANGKAR (Jambore Bangka Belitung Kerasulan Anak Remaja). Pertanyaannya, di mana letak istimewanya?

Remaja melayani dengan bakatnya


Sebagai suatu kegiatan, JANGKAR 2 ini tentu tidak beda amat kemasannya dengan konsep kegiatan jambore sebelumnya. Keistimewaan JANGKAR 2 ada pada pilihan tema, yaitu “Remaja semakin Berpusat pada Kristus”. Tema ini menjadi kerangka seluruh kegiatan dari sejak persiapan (pembentukan panitia dan kegiatan pengajaran bagi remaja), saat selebrasi atau hari H, dan setelahnya (evaluasi kepanitiaan dan rencana-rencana followup pendampingan bagi remaja di paroki-paroki). Tema pilihan adalah penjabaran kontekstual dari prioritas pastoral Keuskupan Pangklapinang untuk 2019. Artinya dengan cara ini, semua remaja di seluruh paroki yang ada di wilayah Kevikepan Bangka Belitung secara perlahan dan bertahap diarahkan pada proses membangun kesadaran diri sebagai anggota Gereja di Keuskupan Pangkalpinang.

Dari kemasan setiap kegiatan yang penuh sukacita selama selebrasi JANGKAR 2, membuat saya menemukan inspirasi segar bahwamestinya seperti itulah Gereja dari hari ke hari hidup dan bertumbuh, dan bukan dengan muram-penuh beban. Sukacita para remaja di JANGKAR 2 ini menjadi stimulus tumbuhnya semangat baru yang mesti terus dihidupkan oleh Gereja dalam memahami, menghayati dan mewujudkan sasaran imannya, berpusat pada Kristus. Saya sungguh kagum dengan geliat semangat dan antusiasme para remaja (Gereja muda), dalam memaknai komunitas beriman mereka. Cukup sederhana, realistis namun kreatif dan penuh pengharapan.

Terimakasih kepada seluruh pihak: Para Pastor Paroki, Organ PIPA Kevikepan Babel (khususnya Komisi BIAR dan Komisi Kepemudaan), Bimas Katolik, Donatur, Umat Paroki Belinyu, Seksi dan animator-tris BIAR Paroki se-kevikepan Babel, para sukarelawan, dan semua yang telah mendukung dan terlibat penuh dalam menyukseskan agenda dua tahunan ini. Semoga upaya kita menjadi berkah bagi kehidupan Gereja di masa mendatang.

Remaja Bermisi


REMAJA SEMAKIN MENGENAL KRISTUS DAN BERMISI

Bermisi membutuhkan komitmen
Jambore Bangka Belitung Kerasulan Anak Remaja II  (Jangkar II) 2019 menjadi ruang dan peluang bersama bagi anak- anak remaja dan para animator untuk menunjukkan spirit misi yang telah mereka hidupi selama ini. Di ajang Jangkar II inilah mereka hendak mengenang kembali bagaimana gaung spiritualitas missioner yang dicetuskan oleh Mgr. Charles Aguste Marie de Forbin Jonson, 175 tahun lalu itu tetapi tetap memberi bagi hidup saat ini. Selain itu, Jangkar II menjadi salah satu sarana dan upaya untuk mengalami dan merasakan lebih mendalam persekutuan murid-murid yang diutus dalam kegembiraan dan sukacita. Jangkar II juga menjadi arena bagi peserta  untuk menggembangkan antusiasme misioner dalam semangat Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian (2D2K).


Misionaris memerlukan teman

Dasar nilai-nilai spiritualitas SEKAMI yang diwartakan oleh Mgr. Charles tersebut diberi bentuk sesuai dengan tahun pastoral umat Keuskupan Pangkalpinang 2019 yakni, “Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang semakin berpusat pada Kristus”. Para remaja dan animator telah mendalami modul-modul tentang identitas dan karya pewartaan Yesus. Melalui studi dan pedalam modul-modul ini, para remaja semakin mengenal dan mencintai Yesus secara mendalam. Para remaja diajak untuk menyadari kembali panggilan mereka sebagai seorang misionaris yang diutus untuk saling membantu sesama anak (children helping children). Sikap solider ini diwujudkan dalam 2D2K.

Tuhan Yesus memanggil para remaja dan mengutus mereka menjadi remaja-remaja misioner yang mewartakan sukacita Injil kepada siapa saja yang mereka jumpai. Para remaja berdoa dan berderma bukan hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk para sahabat mereka yang berada di berbagai tempat. Mereka berderma bukan berarti karena mereka kelebihan tetapi mereka berderma dari kekurangan mereka, seperti si Jnda miskin yang memberikan seluruh jaminan hidupnya (Mrk 12:42-43), begitu juga para remaja dalam keterbatasannya mereka berbagi kepada sesamanya. Untuk itu, mereka berani mengurbankan dirinya, waktu, tenaga, materi dan keinginannya demi bersolider dengan teman-teman mereka. Nilai-nilai Injil mereka wujudkan dalam aksi-aksi nyata mereka.
memakai fasilitas yang ada untuk bermisi

Jangkar II telah menjadi arena bagi para remaja untuk mengekspresikan semangat misioner mereka. Melalui alur proses acara Jangkar II, para remaja telah membentuk persekutuan hidup bersama dalam KBG-KBG yang diwarnai dengan persaudaraan dan cinta kasih. Keakraban, sukacita, saling memperhatikan, doa bersama, sharing Injil dan disiplin hidup di KBG-KBG menjadi kunci kesuksesan Jangkar II. Di samping itu, kerja keras dan kerja sama dari panitia membuat Jangkar II berhasil baik.  Seluruh proses Jangkar II mulai dari masa persiapan, acara puncak dan perutusan bertujuan mengatar orang-orang untuk bersukacita mewartakan Injil. Laetentur Insulae Multae